Klikbabel.com


Rudianto Tjen : Turunnya Harga Komoditi Terus Dikeluhkan

Sabtu, 07 April 2018 | 09:08 WIB
Anggota DPR RI asal Babel, Rudianto Tjen saat diwawancarai wartawan. (Foto : Ramandha/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Pemali - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rudianto Tjen kembali ke kampung halamannya, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Kamis (5/4/2018).

Rudi mengatakan, alasannya untuk pulang ke daerah pemilihannya tersebut adalah untuk menerima aspirasi masyarakat sekaligus bersilaturahmi dalam peringatan Cheng Beng bersama masyarakat.

Ia melanjutkan, saat melakukan perjalanan dari desa ke desa yang ada di Kabupaten Bangka, banyak aspirasi dari masyarakat masih tertuju pada sektor ekonomi. Seperti keluhan tentang harga komoditi, yakni lada, dan karet. 

''Banyak dari warga kita yang masih mengeluhkan murahnya harga lada, karet juga. Ini menjadi pekerjaan rumah kita,'' jelasnya, Kamis (5/4/2018) sore.

Menurutnya, hal ini terjadi karena memang banyak masyarakat Bangka yang masih berharap dari sektor pertanian untuk mencari penghasilan sehari-hari. Untuk itu harga komoditi tersebut sangat menentukan kehidupan masyarakat yang ada di Bangka Belitung ini. 

''Mereka tidak sedikit yang berkebun, berharap dari sektor itu. Makanya masyarakat akan merasa berat ketika harga komoditi jauh berada di angka normal,''ucapnya.

Selain itu, Rudi juga sempat berbicara tentang pengaruh harga dunia terhadap komoditi andalan masyarakat Bangka ini. Pemerintah daerah kata dia juga dalam hal ini jangan hanya diam.

Sementara itu, untuk program resi gudang yang digiatkan Pemerintah daerah Babel sendiri, ia mengaku belum bisa berkomentar banyak, akan tetapi menurutnya dengan teori tersebut seharusnya menguntungkan masyarakat.

Tapi berdasarkan pantauannya dari info yang berdar serta terjun ke masyarakat, resi gudang hingga saat ini belum sangat membantu para petani dan banyak yang merasa dirugikan.

"Sebenarnya saya belum mempelajari detail teori itu, tapi menurut pemberitaan memang banyak masyarakat berkomentar merasa dirugikan. Nantilah saya pelajari lebih lanjut,'' tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com