• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Satelite Tiongkok Jatuh, Lapan Minta Masyarakat Indonesia Waspada

Senin, 19 Maret 2018 | 13:38 WIB
Ilustrasi. Foto : Net

    Klikbabel.com, Jakarta - Stasiun antariksa milik Tiongkok diprediksi akan jatuh ke bumi. Memang, wahana antariksa berbobot 8,5 ton yang memiliki bentuk tabung dan panjang 10,4 meter itu belum bisa diprediksi titik jatuhnya. Namun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

    Satelit milik Tiongkok itu dikenal dengan nama Tiangong 1 dan diluncurkan pada 29 September 2011 serta mengorbit pada ketinggian sekitar 350 km. Pada 2012-2013 lalu satelit tersebut pernah ditempati astronot dan selalu dikontrol ketinggiannya. Namun sejak 2016 lalu satelit tersebut sudah tidak terurus lagi dan diprediksi jatuh pada 2018 ini. Kepala Lapan Thomas Djamaludin yang aktif menulis di blog pribadinya mengatakan, hingga saat ini titik kejatuhan satelit ke bumi belum bisa diprediksi secara akurat. "Di mana jatuhnya? Tidak bisa dipastikan, karena faktor hambatan atmosfer belum bisa dihitung secara akurat," jelas Thomas, Senin (19/3).
 
    "Kesulitan prediksi titik jatuhnya dikarenakan inklinasi (kemiringan bidang orbit) Tiangong 1 sebesar 42,8 derajat. Maka wilayah yang berpotensi kejatuhan pecahannya adalah wilayah di bumi antara 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan," imbuh pria murah senyum itu. Thomas Djamaludin menduga, benda antariksa milik negeri tirai bambu itu akan jatuh sekitar awal bulan april dengan tingkat ketidakpastian lebih-kurang tujuh hari. Kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara, kerapatan atmosfer dipengaruhi oleh aktivitas matahari dan medan magnet bumi. "Variasi aktivitas matahari yang menyebabkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar," katanya.

    Meski demikian, Thomas mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir akan benda langit yang akan jatuh ke bumi tersebut, asalkan masyarakat juga harus tetap waspada. Sebab, lanjut Thomas, Lapan sebagai lembaga penerbangan dan antariksa selalu memantau aktivitas yang terjadi di luar Bumi, termasuk benda antariksa yang akan jatuh ke Bumi.

    Sebelumnya diberitakan bahwa potensi bahaya yang mengancam bukanlah dari tumbukan sampah antariksa itu ke Bumi. Sebab wilayah Bumi sebagian besar tidak berpenghuni seperti lautan, gurun, dan hutan. Menurutnya, benda antariksa apapun yang masuk kedalam atmosfer Bumi, ia akan terbakar dan kemudian pecah, jadi kemungkinan jatuh dalam keadaan utuh sangat kecil.

 

loading...
loading...


Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Jawapos.com

Topik