Klikbabel.com


Jokowi: Lihat Saja, Saya Obrak-abrik Pengurusan Izin yang Lamban

Sabtu, 10 Maret 2018 | 09:17 WIB Dibaca sebanyak 251 kali
Presiden Jokowi. Foto : Net

    Klikbabel.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo geram terhadap lambannya pengurusan izin investasi di daerah yang memakan waktu lama. Jika hal ini terus berlanjut, menurutnya maka jangan harap Indonesia bisa maju. Jokowi menjelaskan, Indonesia dalam hal investasi saat ini kalah kalah dengan Negara Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya.

    "Saat ini negara kita kalah bersaing dengan Malaysia, Singapura dan beberapa negara lain. Jika urusan perizinan terus seperti ini, kapan Indonesia mau maju," tegas Jokowi dalam peresmian JIIPE di Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018), dengan nada kecewa. Menurut Jokowi, terhambatnya pengurusan izin sama saja menghambat perkembangan perekonomian negeri. Banyak pemohon yang mengantre, namun prosesnya sangat lama hingga hitungan tahun. Untuk itu, Jokowi akan terus mengawasi proses di lapangan. Baik di pusat maupun daerah. "Lihat saja, akhir bulan Maret saya akan obrak-abrik pengurusan izin yang lamban!" ancam Jokowi.

    Sebelumnya, Jokowi juga sempat dibuat geram dengan urusan listrik. Dari data yang diterimanya, saat banyak orang yang akan berinvestasi tiba-tiba mereka balik badan gara-gara lambannya urusan perizinan. Dia menyebutkan, waktu yang dibutuhkan investor untuk mengurus izin seperti pembangunan pembangkit listrik di pusat mencapai 19 hari. Sedangkan di daerah sampai dengan 755 hari atau kurang lebih dua tahun.

    "Untuk pembangkit listrik yang IPP di pusat setiap hari saya marahi, saya injek, sekarang bisa 19 hari, 19 hari, di daerah mohon maaf masih 775 hari. Sekarang kita blak-blakan sama kita buka semuanya. Artinya ada problem di daerah, di bidang pertanian, proses investasi sekarang (di pusat) bisa diproses sama 19 hari, di daerah masih 726 hari," jelas Jokowi.

    Meski demikian, Jokowi masih optimistis seluruh masalah perizinan yang ada sekarang dapat diselesaikan dan mampu mengakomodir seluruh investor yang memgantre di depan gerbang Indonesia. Kuncinya tinggal bersama-sama antara pusat dan daerah menyelesaikan masalah yang selama ini menghambat.



Penulis  : Hairul Asther
Editor    : A. Hairul
Sumber : Suara.com