Klikbabel.com


Federer : Saya Bukan Sosok Ayah, Suami, dan Petenis yang Sempurna

Senin, 05 Maret 2018 | 16:12 WIB
Petenis dunia, Roger Federer.(Foto : net)

Klikbabel.com,Bottmingen - Tak salah bila mengatakan bahwa Roger Federer merupakan salah satu petenis terbaik dunia yang pernah ada. Tercatat, sepanjang karier profesionalnya, petenis 36 tahun itu telah memenangkan 20 gelar juara grand slam. Namun demikian, Federer tetap menilai kalau dirinya bukanlah sosok yang sempurna.

Selama ini, Federer sebagaimana dikutip dari suara.com, banyak dianggap oleh masyarakat dunia sebagai sosok olahragawan yang sempurna. Pasalnya, petenis asal Swiss itu selalu tampil prima di atas lapangan, bertanding secara kompetitif dan menghibur para penonton. Bahkan, Federer juga masih terus berprestasi meski usianya tak lagi muda.

Federer merupakan petenis keempat yang memenangkan gelar juara grand slam minimal sebanyak 20 kali. Sebelumnya terdapat nama-nama seperti Margaret Court, Steffi Graf, dan Serena Williams. Maka dari itu, tak salah apabila Federer masuk dalam jajaran salah satu petenis terbaik sepanjang masa.

Namun begitu, Federer justru mengaku kalau dalam dirinya dan sepanjang hidupnya justru sering melakukan banyak kesalahan. Menurutnya, ia tidak bisa menjadi sosok yang benar-benar sempurna, baik itu sebagai seorang ayah, suami, atau pun petenis.

Kendati demikian, petenis berperingkat satu dunia itu tidak memungkiri kalau dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik, meskipun terkadang hasilnya justru mengecewakan. Namun, dari hal itulah Federer banyak belajar dan selalu memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu hingga bisa mencapai titik seperti sekarang ini.

“Ketika Anda merupakan seorang suami dan seorang ayah, Anda tidak melakukan segalanya dengan sempurna. Ini merupakan pertarungan setiap hari, namun untuk selalu tetap tenang, itu hampir tidak mungkin. Namun, saya mencoba untuk menjadi ayah terbaik yang saya bisa, suami terbaik yang saya bisa, dan pemain tenis terbaik. Saya membuat sejuta kesalahan,” ungkap Federer, menyadur dari IBTimes, Senin (5/3/2018).

“Saya mencoba belajar dari mereka, namun saya jelas tidak sempurna. Saya senang bahwa semua kerja keras saya terbayarkan. Saya mengambil banyak keputusan kecil dengan tim saya. Rasa positif saya, kecintaan saya kepada pertandingan, mungkin kegamblangan saya juga pada saat-saat sulit membantu saya berada di sini hari ini,” tuntas Federer.



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : suara.com