• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Petani Lada Alih Profesi Menjadi Pedagang Sayur

Senin, 05 Februari 2018 | 09:45 WIB
(Net)

Klikbabel.com, Merawang - Anjloknya harga lada dalam waktu yang lama membuat petani di Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang memilih menjadi pedagang sayuran. 

"Selama 2017 lalu harga lada masih murah, kalau sudah naik palingan cuma ribuan kalau turun puluhan ribu. Kebanyakan juga petani lada lebih memilih untuk menyimpannya, untuk memenuhi kebutuhanpun saya alih profesi jadi pedagang sayur," kata salah seorang petani di Balun Ijuk Suaimi kepada Klikbabel.com, Minggu (4/2/2018).

Menurut Suai, menjadi pedagang sayur lebih dapat memenuhi kebutuhannya, karena tidak membutuhkan modal yang besar. "Kalau jadi pedagang sayur lumayan penghasilannya. Tidak butuh modal yang besar. Kalaupun sayur tidak habis bisa untuk makan sendiri," aku Suai.

Terlebih lagi menurut Suai, sayuran sangat banyak diminati oleh masyarakat di daerah Kota Pangkalpinang, sehingga ketika dirinya berjualan menggunakan sepeda motornya menjual sayur di Kota Pangkalpinang selalu habis.

"Saya biasanya jual keliling pakai motor, biasalah kalau emak-emak di Kota Pangkalpinang kebanyakan malas ke pasar, jadi lebih baik dia membeli sayur dengan pedagang keliling," kata Suai.

Ia juga menuturkan, harga lada saat ini berada pada titik terendah yakni Rp58 ribu per kilogram. Ia berharap harga lada kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya yakni Rp120 ribu per kilogram.



Penulis  : Yodea
Editor    : Rangga
Sumber : Klikbabel.com