Klikbabel.com


Warga Air Ruay Manfaatkan Limbah Kayu Menjadi Bernilai Jual

Minggu, 04 Februari 2018 | 02:15 WIB
Beberapa karya yang dihasilkan Odoy dari limbah kayu.(Foto : Ramandha/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Sungailiat - Limbah atau bahan bekas tebangan pohon sangat jarang dapat dimanfaatkan kembali bagi kebanyakan orang, namun hal tersebut tidak berlaku pada Otoy warga desa Air Ruai kecamatan Pemali, kabupaten Bangka. Otoy yang saat ini berusia 37 tahun, berhasil mengolah limbah tebangan beberapa jenis kayu menjadi barang unik dan berharga seperti asbak, toples, cangkir, gelondong senar dan berbagai barang lainnya. 

Ia menceritakan, awal mula ide untuk mengolah limbah bahan kayu tersebut berawal dari hobi memancing yang biasa dilakukannya, dan karena kebutuhan gelondong senar pancing sangat dibutuhkan para nelayan, maka dirinya mulai terfikir untuk membuat gelondong pancing. "Saya coba sendiri buat gelondong, dengan peralatan seadanya, kemudian mulai terbiasa lalu berfikir peluang tentang kebutuhan gelondong untuk para nelayan juga," jelasnya, Sabtu (3/2/2018).

Berkat kemajuan teknologi sekarang ini, untuk menambah referensi, Otoy pun kemudian berfikir kembali dalam mempermudah proses pembuatan serta pengolahan limbah kayu tersebut menggunakan media internet tentang cara merakit mesin bubut sederhana dengan menggunakan mesin robin bekas 3 1/2 PK. Akan tetapi, penggunaan mesin robin sebagai mesin bubut menyebabkan biaya operasional mahal karena banyak menggunakan bahan bakar, dan pada akhirnya ia menggunakan mesin dinamo listrik sebagai peralatan terbaiknya sampai sekarang.

''Kegiatan ini sudah saya tekuni sudah 3 tahun kurang lebih dan sudah melakukan beberapa kali ujicoba mesin, dan akhirnya terakhir saya gunakan mesin ini hingga sekarang," ungkapnya seraya menunjukkan mesin yang ia andalkan.

Untuk bahan kayu sendiri, dirinya menggunakan bahan kayu akasia, angsana, durian hingga kayu Jelutung dan menghasilkan vas bunga, tempat bedak, tempat permen, piring berbahan kayu. Penjualan produk buatannya tersebut juga hanya sebatas kota Sungailiat secara sendiri. ''Sekilas memang kayu-kayu ini tampak tidak berguna karena hasil buangan, akan tetapi bahan yang sudah terbuang juga dapat diolah kembali menjadi barang bernilai seni dan dapat digunakan untuk kehidupan sendiri maupun hiasan,''tegasnya.

Ia melanjutkan, karena sudah terbiasa melakukan ukiran pada bahan kayu tersebut, proses pembuatan juga tidak sampai setengah jam, untuk 1 gelondongan pancing. "Gelondong pancing ini sudah pasti ada yang beli. Saya bawa 100, 100 itu dibayar cash toko pancing. Sementara ini baru dari mulut ke mulut, kadang ada yang datang," ucapnya.

Dilanjukan Otoy, terkadang juga dirinya mendapat pesanan bubut kaki meja, ada juga gendang, sesuai permintaan. Produk limbah bahan kayu unik buatannya tersebut juga terbilang ramah di kantong, untuk gelondongan pancing hingga gelas kayu, toples dan lainnya dijual Otoy dimulai dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribuan per buah. ''Gak terlalu mahal, dan juga gak terlalu murah harganya. Yang penting cukuplah buat nabung dan modal kita produksi kedepan," tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com