Klikbabel.com


Kepsek SD Setia Budi : Pemberhentian Oktripianus Sudah Melalui Kajian

Rabu, 31 Januari 2018 | 15:54 WIB
Hasuaningsih, Kepala Sekolah SD Setia Budi, Sungailiat saat dikonfirmasi wartawan terkait pemberhentian tenaga guru di sekolah tersebut.(Foto : Ramandha/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Sungailiat - Terkait pemberhentian kerja yang dialami Oktripianus, salah satu tenaga pengajar di Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Nasional Setia Budi, Sungailiat, Kepala Sekolah SD Setia Budi, Hasuaningsih mengkonfirmasi kepada sejumlah awak media, bahwa pemberhentian Oktripianus sudah memenuhi syarat.

Ia mengatakan, surat ucapan terima kasih dengan nomor : 420/1078/SDSB/DIKBUD/01/XII/2017 yang berisi tentang ucapan terima kasih dari pihak sekolah atas kinerja Oktripianus tersebut, memang selalu diberikan kepada seluruh tenaga pengajar honorer apabila memasuki 1 semester. ''Itu (surat) memang setiap semesternya kita kasih dengan semua tenaga kerja honorer yang belum menjadi tenaga tetap. Disurat itu juga ucapan terima kasih kita kepada yang bersangkutan karena telah bergabung dengan kita," jelasnya, Rabu (31/1/2018).

Surat tersebut juga diberikan dengan maksud menonaktifkan yang bersangkutan untuk sementara, dan apabila dibutuhkan kembali, sekolah akan memanggil kembali guru tersebut untuk melakukan kegiatan mengajar. Dilajutkannya lagi, perihal pemberhentian Oktripianus sendiri, sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan rapat internal terkait kinerja dirinya, dan mendapatkan keputusan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari kegiatan belajar dan mengajar di SD Setia Budi, Sungailiat. 

''Kita tidak sembarangan mengambil keputusan, dan berdasarkan pertimbangan atas kinerja yang bersangkutan. Dia juga terkendala masalah kriteria tenaga pengajar, yang seharusnya saat ini harus strata satu dan dia hanya lulusan SLTA sederajat," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Nasional Setia Budi, Sumarli meminta kedua belah pihak menanggapi hal tersebut dengan kekeluargaan. Menurutnya, dalam hal ini pihak yayasan memang tidak ada kaitan terhadap pemberhentian yang bersangkutan, karena ranah tersebut menjadi wewenang pihak sekolah.

Segala sesuatu yang menyangkut kegiatan belajar dan mengajar termasuk kinerja tenaga honorer di SD, SMP maupun SLTA menjadi tanggungjawab pihak sekolah. ''Kalau masalah ini memang bukan ranah yayasan, tapi sekolahnya, dalam hal ini Kepala Sekolah. Pihak yayasan hanya menerima rekomendasi pihak sekolah apabila ada tenaga pengajar baru yang masih honor, apabila pihak sekolah setuju, kita mengiyakan," tutupnya.



Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com