• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Kabid Mutasi BKD Basel Tutup-tutupi Nama Pejabat yang Dilantik

Kamis, 18 Januari 2018 | 14:16 WIB
Suasana pelantikan pejabat Eselon Pemkab Basel.(Foto : Wiwin Suseno/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Toboali - Insiden kecil sempat mewarnai acara pelantikan pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Bangka Selatan (Basel), Kamis (18/1/2018) yang berlangsung di balai daerah Junjung Besaoh antara wartawan dan pegawai BKD. Usai Bupati Bangka Selatan (Basel) Drs. H. Justiar Noer melantik pejabat eselon, awak media langsung menghubungi petugas BKD untuk menanyakan jumlah pejabat yang dilantik. 

Namun, setelah mendapatkan pertanyaan itu, Kabid Mutasi BKD Basel Rustam enggan untuk memberitahukan data pejabat yang dilantik dengan alasan tidak hafal dan saling lempar dengan petugas BKD lainnya sehingga membuat wartawan yang meliput acara tersebut kecewa. Setelah didesak oleh wartawan, barulah dirinya menyuruh untuk memberikan data yang diminta.

"Saya lupa, kalau jumlah pasti berapa pejabat per eselon yang dilantik saya tidak hafal, saya hanya hafal jumlah keseluruhannya yaitu sebanyak 49 orang. Lebih jelasnya lihat aja di data," jawabnya.

Jawaban tersebut sontak membuat wartawan kaget. Semestinya Kabid Mutasi disebutkan Rawizar Erer anggota Pokja Jurnalis Basel mengetahui berapa jumlah pejabat eselon masing-masing yang dilantik. Menurutnya kondisi tersebut selalu terjadi setiap acara pelantikan. "Sebelumnya saya juga sudah menanyakan kepada Kabid Mutasi tapi jawabannya tidak tahu," akunya.

Sementara itu M. Yusuf anggota Pokja Jurnalis Basel lainnya merasa kecewa karena selama ini wartawan merasa kesulitan untuk mendapat data setelah pelantikan. "Selama ini kami kesulitan mendapat data setelah pelantikan, hal ini bukan yang pertama kalinya. Padahal tidak ada yang perlu dirahasiakan dan tidak mengganggu keamanan negara kan?" ungkapnya.

Sedangkan Dedy Irawan, Ketua Pokja Jurnalis Basel menyayangkan adanya kesan tertutup terkait data-data pejabat publik yang dilantik kepada watawan. "Pejabat publik kan sudah seharusnya diketahui publik, kenapa harus tertutup.Nanti juga publik tahu kok siapa pejabatnya. Jadi kenapa harus tertutup," tegasnya seraya berharap, kondisi tersebut tidak terjadi lagi demi keterbukaan informasi publik.



Penulis  : Wiwin
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com