• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Budayawan Sebut Budaya Bangka Harus Punya Pakem

Selasa, 16 Januari 2018 | 21:16 WIB
Suasana dialog kebudayaan dengan tema "Keterasingan Budaya Kite", Senin malam (Foto : Ramandha/klikbabel.com)

Klikbabel.com,Sungailiat - Dialog Kebudayaan digelar RRI Sungailiat, Senin (15/1/2018) dengan tema "Keterasingan Budaya Kite" yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Padli serta beberapa narasumber lainnya termasuk juga perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM), untuk membahas budaya Bangka yang seharusnya diterapkan di Bumi Serumpun sebalai.

Ikhsan Moko Ginta, salah satu narasumber dalam perbincangan tersebut mengatakan, suatu hal yang dirasakan saat ini, tentang bagaimana ia merasakan keterasingan budaya di daerah sendiri. ''Dalam kata lain minat dari para pelaku seni dan budaya di kita ini, harus tetap ada, agar dapat memunculkan dan memberikan suatu persembahan budaya yang nantinya akan menjadi karakter dari daerah kita sendiri,''jelasnya, Senin (15/1/2018) malam.

Ia melanjutkan, dalam hal ini peran Pemerintah juga sangat dibutuhkan dalam membuat suatu pakem tertentu dalam penerapan kebudayaan Bangka tersendiri agar terlihat mempunyai satu garis lurus dan tolak ukur. ''Pemerintah sangat dibutuhkan untuk membuat suatu batasan ataupun aturan yang nantinya akan membuat suatu keselarasan mengenai budaya kita ini," tegasnya.

Sementara itu, Izwar pelaku budaya lainnya juga mengatakan, Bangka Belitung sendiri kurang mempunyai ciri khas lain yang dapat menakjubkan seseorang ketika ia berkunjung ke Bangka Belitung. "Kita kurang mempunyai suatu hal maupun persembahan ketika orang datang ke Provinsi Kita, dalam kata lain, promosi kedaerahan kita ini," ungkapnya.

Sementara itu, pendapat juga diberikan oleh salah satu pelaku seni lainnya, Nahwan Sona Alhamd yang akrab disapa Wanda, menurutnya Bangka kaya akan budaya, baik juga dalam budaya musiknya. Untuk itu dirinya sangat berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda), dapat memberikan suatu solusi tentang keberlangsungan perkembangan budaya daerah, khususnya di kabupaten Bangka dan Bangka Belitung pada umumnya.

Wanda menilai, Pemda terkesan hanya berniat melindungi dan mengembangkan budaya Bangka, tanpa ada realisasi dari penerapan tersebut. ''Kita ambil contoh seperti penentuan perda setanjak maupun baju adat pengantin Bangka, seharusnya masih banyak yang lainnya yang harus diperhatikan oleh Pemda, bukan hanya baju pengantin saja," imbuhnya.

Dilanjutkannya lagi, para budayawan juga sangat dibutuhkan dalam membentuk suatu pakem kebudayaan, dan para budayawan harus dihadirkan oleh Pemda saat akan menentukan pakem lainnya nanti dan diminta aspirasinya. ''Di Bangka ini tudung saji di mana mana, yang saya bingung kenapa para budayawan tidak diajak dalam memberikan pengetahuan mereka dalam menentukan pakem, seperti halnya Perda baju pengantin beberapa waktu lalu, dan realisasi untuk melindungi kebudayaan tersebut yang saya rasa kurang saat ini,''tutupnya.

loading...
loading...


Penulis  : Kms.Ramandha
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com / release