Klikbabel.com


Lagi-lagi, Penerapan Septictank Komunal Terhambat karena Anggaran

Jumat, 22 Desember 2017 | 00:23 WIB Dibaca sebanyak 253 kali
Peserta deklarasi berfoto bersama usai kegiatan deklarasi stop BABS di kantor Camat Rangkui, Pangkalpinang.(Foto : Ruci Chandra/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang, Izwarhadi menyebutkan jalan keluar dalam stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan melakukan pembuatan septictank komunal. 

Hanya saja, dalam menjalankan program tersebut dibenturkan dengan tidak adanya anggaran dari Pemerintah. "Sangat miris jika kita lihat kondisi di Pangkalpinang yang baru terealisasi 25 persen berjalannya program itu, yang mana kita ketahui dari banyaknya kelurahan di Pangkalpinang, baru 11 kelurahan yang melakukan deklarasi stop BABS," sebutnya usai kegiatan deklarasi stop BABS di kantor Camat Rangkui, Pangkalpinang, Kamis (21/12/2017). 

Diungkapkan Izwarhadi, sebenarnya dana dalam program septictank tersebut bisa disalurkan di Pangkalpinang. Hanya saja, dengan kurang kompaknya masyarakat sehingga dana tersebut dialihkan keluar Pangkalpinang. "Karena tidak mudah mengatur orang banyak, lain kepala lain pendapat," ucapnya. 

Dari itu, dirinya berharap dengan dilakukan deklarasi tersebut dapat menjadi pionir serta dapat menularkan pada kelurahan lainya yang belum melakuan deklarasi stop BABS itu. Diakuinya Kota Pangkalpinang saat ini dalam kondisi rawan terhadap penyakit yang disebabkan oleh penyebaran virus e-coli dengan buruknya sanitasi pembuangan tersebut. "Kita lihat juga ada yang sudah mempunyai WC tapi jarak antara Septictank dengan sumur galian berdekatan ini salah satu penyebab terjadinya penyebaran penyakit," jelasnya. 

"Kedepan septictank komunal harus dilakukan karena banyak daerah yang dirugikan dengan letak geografisnya. Hal ini dilihat dari banyak air yang sudah tercemar akibat buruknya sanitasi sehingga tidak layak digunakan untuk konsumsi," ungkapnya



Penulis  : Ruci
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com