Klikbabel.com


Uyau Moris Perkenalkan Sape' di Pagelaran Seni Babar

Senin, 27 November 2017 | 10:51 WIB Dibaca sebanyak 526 kali
Amoris saat memainkan alat musik khas Dayak di panggung pagelaran seni dan budaya di Babar.(Foto : Ira/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Muntok - Pada Pagelaran Seni Lintas Budaya "Besanje", ada satu pegiat seni yang menarik perhatian penonton. Dia adalah Amoris atau yang lebih dikenal dengan nama Uyau Moris. Pria yang berasal dari Kalimantan Timur itu sangat piawai memainkan alat musik tradisional yaitu Sape'. 

Kepiawaiannya memainkan alat musik Sape' berhasil membuat para penonton berdecak kagum. Dengan memakai baju tradisional Suku Dayak Kenyah Kalimantan Timur, membuat penampilannya semakin gagah dan keren. "Sebenarnya ini kalau di masyarakat Dayak itu cuma punya 3 atau 4 senar tapi ini udah aku modifikasi jadi 7 senar buat kebutuhan diatas panggung sich, jadi bisa main lagu-lagu pop dan modern," ujar Moris kepada klikbabel.com, Minggu (26/11/2017) Sore.

Lebih lanjut, ia mengatakan telah lama memainkan alat musik tradisional Sape' yaitu saat ia masih berumur 8 tahun. "Kalau dari umur berapa dari sekitar umur 8 tahun karena kakek juga pemain dan pembuat, dan akhirnya secara natural sich saat liat dia bikin juga main jadi bisa keikut," paparnya.

Alat musik Sape' berasal dari Suku Dayak Kenyah dan kelas ini hanya ada di dua Suku Dayak yaitu Dayak Kenyah dan Kayang. "Tapi yang sekarang hampir semua Suku Dayak yang menggunakan tapi kalau motif-motif tradisi hanya ada di dua suku itu aja," lanjut Moris.

Moris menjelaskan bahwa ia pernah tampil untuk mengisi sebuah acara di beberapa stasiun televisi nasional. "Tournya kalau ke Eropa ke negara Prancis, dua bulan yang lalu habis dari Chicago, Kanada sama Amerika. Kalau di Asia itu udah ke Asia Tenggara seperti Malaysia, Philipina, Thailand, Jepang," kata Moris.

Moris mengaku bahwa ia baru pertama kali ke Bangka Barat dan menurutnya event-event seperti ini harus selalu diadakan khususnya didaerah karena lagu-lagu tradisi dan musik musik tradisi itu kebanyakan terlupakan di daerah. "Harapan saya banyak kepada semua anak-anak muda termasuk disini agar dapat melestarikan lagu lagu tradisi, musik-musik tradisi dan menggaungkannya," harapnya.



Penulis  : Ira
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com