• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Penerapan Sistem Resi Gudang Lada Resmi Berlaku

Rabu, 22 November 2017 | 14:49 WIB
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah saat meninjau beberapa komoditi yang ada di Bangka dan akan diterapkan dengan sistem resi gudang.(Foto : ist)

Klikbabel.com,Bangka - Program Resi Gudang yang diluncurkan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan untuk komoditas lada dan pertanian lainnya telah resmi diberlakukan. Para petani lada Babel sumringah menyambut program tersebut.

Melalui sistem penjualan komunal ini, petani lada bisa langsung menuai hasil taninya. Selain itu, resi gudang disebut mampu menjaga stabilitas harga lada dan pemasaran lada secara global. Kemudian kualitas lada Babel pun diperhatikan dengan pembersihan bakteri lada.

Sistem Resi Gudang ini akan efektif beroperasi pada bulan ini, peresmian resi gudang lada ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, Rabu (22/11/2017). Wagub Babel, Fatah menjelaskan program resi gudang diproyeksikan untuk membantu ketahanan komoditas tani ladan, pangan lainnya di Babel dan membantu penjualan lada ke kancah nasional bahkan internasional. "Maka dari itu Pemerintah Provinsi turut membantu dengan sistem ini agar nantinya petani terbantu dalam menjual hasil panen sehingga kesejahteraan petani bisa tercapai", jelas Fatah.

Untuk operasi pertama sistem resi gudang ini dimulai di kawasan Desa Puding Besar, kabupaten Bangka,. Seluruhnya ada 14 komoditi yang dapat dijadikan agunan untuk pembiayaan di perbankan yakni gabah, jagung, beras, kopi, karet, lada, kakao, rumput laut, garam, teh, kacang kedelai, gula pasir, gambir dan timah.

Sementara itu, Ketua Dewan Rempah Indonesia wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bayodandari mengapresiasi terobosan Erzaldi ini. Bayodandari meminta semua petani lada mendukung program ini untuk kesejahteraan petani."Oleh karena itu mari kita bersama sama bergerak membantu petani lada agar nantinya berdampak kepada masyarakat sejahtera, adil dan makmur,” ungkap Bayodandari.

Sistem pengelolaan gudang lada ini menggunakan keuangan syariah yang bekerjasama dengan bank syariah terpercaya. Petani akan mendapatkan 70 persen pada setoran awal hasil tani dan sisanya akan diberikan ketika petani lada akan menjualnya. Gudang yang digunakan pun dikelola oleh petani dengan pengawasan pemerintah provinsi Bangka Belitung sehingga menimbulkan kesejahteraan yang simultan.

Program terobosan Erzaldi ini juga mendapat sambutan hangat dari kalangan petani. Petani kini bisa merasakan langsung hasil tani yang ditanam sekaligus melanjutkan untuk penanaman selanjutnya. "Harapan penuh kepada Pemerintah dalam program ini  agar nantinya harga lada stabil dan cukup tinggi saat dilakukan penjual", harapnya.

Kemudian, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, dengan adanya resi gudang ini turut menstabilkan harga hasil panen, terlebih di saat harga anjlok, nantinya petani bisa menyimpan ke sana (gudang) disampel dan dicek (kualitas ladanya), Untuk mewujudkan keberhasilan, harus kompak bersatu mewujudkan. "Bagi pelaku usaha sektor agrobisnis dan agroindustri adanya sistem resi gudang ini akan memberikan kemudahan dampak memperoleh komoditi yang berkualitas karena komoditi yang disimpan di gudang SRG telah melalui uji mutu yang dilakukan oleh lembaga yang disebut lembaga penilai kesesuaian,” pungkasnya.

loading...
loading...


Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com / release