Klikbabel.com


Bukan di SMPN 10 Pangkalpinang, Ini Asal Video Kekerasan Sebenarnya

Senin, 06 November 2017 | 19:51 WIB Dibaca sebanyak 1002 kali
Capture tautan pemberitaan aksi pemukulan terhadap siswa.(Foto : Facebook)

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Aksi kekerasan di dunia pendidikan yang diduga oknum guru di SMPN 10 Pangkalpinang yang sempat viral di Pangkalpinang ternyata hoax. Berdasarkan informasi yang dikutip dari halaman Facebook Keepo, video tersebut terjadi di salah satu SMK di luar Pulau Jawa.

Dalam video tersebut terlihat seorang laki-laki menyerang dua orang secara membabi buta. Akan tetapi, setelah ditelusuri dari beragam komentar yang dituliskan para netizen terhadap video yang pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Ibnu Bernad dan berlokasi di Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah itu, lelaki yang menyerang itu yakni orang tua dari salah satu siswi di sekolah tersebut.

Alasan pemukulan pun disebutkan disebabkan karena orang tua siswi itu berang atas tindakan korban pertama yang telah menghamili anaknya. Sementara korban kedua yang pukul oleh pelaku yakni guru yang berlari dari belakang berusaha melerai pemukulan. Apesnya sang guru justru ikut diseret dan dipukul oleh pelaku. Tidak puas, korban pertama kembali dihajar dengan berondongan pukulan.

"Bukan guru itu tp wali murid. Gurunya berusaha misahtp kena juga krn anaknya dihamili anak itu," terang akun bernama Rati Yonar Angga seperti dikutip dari laman Keepo, Senin (6/11/2017) malam.

"Itu orang tua wali murid yang anaknya pacaran sama si korban.. Karen nggak sanggup nahan emosi anaknya sudah berhubungan badan, makanya disamperin ke sekolah, gtu kronologisnya..." tambah akun bernama Rahmat Hidayat.

Informasi ini pun seakan menjawab atas informasi yang beredar yangNmenyebutkan tindakan kekerasan terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang. Sejauh ini pihak SMPN 10 pun telah mengkonfirmasi melalui surat resmi berisi bantahan atas informasi yang beredar. Pihak Polres Pangkalpinang pun, melalui Kasat Intel, Adi Putra telah membantah hal tersebut. "Masyarakat Pangkalpinang jangan terprovokasi," tegas Adi.



Penulis  : Caturangga
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com / Facebook