Klikbabel.com


Warga Lanjutkan Aksi Damai Air PDAM Gantung Keruh Hari Ini

Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:50 WIB
Suasana aksi damai yang dilakukan warga beberapa waktu lalu.(Suharli/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Gantung - Rencana aksi damai masyarakat Kecamatan Gantung, terkait Tambang Inkonvensional (TI) rajuk yang beroperasi di seputaran DAS Lenggang, yang mengakibatkan tercemarnya sumber air baku PDAM Gantung akan belajut Kamis (19/10/2017) hari ini yang akan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Beltim.

Aksi damai masyarakat kec.Gantung diperkirakan melibatkan sekitar 300 hingga 500 orang berasal dari tiga desa dan tujuh dusun se kecamatan Gantung. Koordinator aksi damai, Sopian saat ditemui, menegaskan aksi damai tetap dilakukan sesuai rencana yang disepakati awal pekan lalu. Sopian menjelaskan, pihaknya baru menerima izin hari Rabu. Ia dipanggil Polres Beltim mengambil surat izin yang dipergunakan untuk melakukan aksi damai di depan kantor Bupati Beltim. 

"Hari ini berangkat dari rumah saya, menggunakan dua unit truk dan ratusan sepeda motor. Kami akan langsung menuju kantor Bupati dan melakukan dialog," ungkapnya. Ia meyakini Pemkab akan menerima keluhan masyarakat. "Intinya sama seperti yang saya sampaikan beberapa hari lalu saat kami ke kantor Camat Gantung. Kami akan membentangkan spanduk dan poster agar keluhan kami di dengar," jelas Sopian.

Ditempat lain Plt Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi menyambut baik niat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Bahkan, persiapan tenda bila memungkinkan akan dipasang agar aksi damai berjalan tertib. "Bagi kita, Pemda siap menerima yang namanya dialog, aksi damai seperti yang kita lakukan selama ini. Pemda terbuka semuanya, kita sama-sama duduk cari solusi karena pemda perlu masukan seperti apa kondisi yang ada di masyarakat di lapangan," ujar Ikhwan.

Ikhwan menyatakan, aksi damai akan dihadiri langsung oleh dirinya dan beberapa OPD terkait. Namun, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati terkonfirmasi tidak di tempat karena urusan di luar kota. "Kondisi ini bukan di rekayasa, bukan dibuat-buat. Memang itulah adanya," ulasnya.



Penulis  : Suharli
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com