• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Tanjung Kelayang Top 3 Prioritas Pemerintah di Sektor Pariwisata

Senin, 16 Oktober 2017 | 14:27 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong, memukul gong tanda dimulainya Regional Investment Forum (RIF) 2017 di Padang, Sumatera Barat, 15-17 Oktober 2017. (dok/Kemenpar RI)
Loading...

Klikbabel.com, Padang - Tanjung Kelayang, Belitung, menjadi satu-satunya kawasan pariwisata Bangka Belitung, yang ikut dipromosikan dalam agenda internasional bertajuk Regional Investment Forum (RIF) 2017 di Padang, Sumatera Barat, 15-17 Oktober 2017.

Hadir dalam kegiatan itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara, dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Prahoro Nurtjahyo.

Agenda ini, juga dihadiri 378 investor asing dari 15 negara, seperti Australia, Singapura, Kanada, Inggris, Spanyol, Luxemburg, Tiongkok, Taiwan, Rusia, Uni Emirat Arab, Yaman, India, dan Mauritius. Mereka hadir untuk menjajaki peluang investasi di 8 destinasi wisata Indonesia melalui kegiatan RIF ini.

Forum promosi investasi kali ini digelar oleh BKPM, didukung Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Investor yang hadir merupakan pengusaha yang selama ini bergerak di bidang pariwisata, energi, infrastruktur pengolahan tambang, perkebunan, pengolahan makanan, hingga industri kimia.

Fokus pertemuan dalam RIF 2017 ini memang pariwisata. Namun RIF realisasinya untuk infrastruktur pendukung pariwisatanya, seperti listrik, jalan, jembatan, hotel.

“RIF Padang 2017 ini merupakan salah satu inisiatif BKPM untuk mendukung upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor pariwisata. Dan destinasi pariwisata yang dipilih sangat prospektif untuk dikembangkan investor. Kami akan mengundang kurang lebih 300 investor, baik asing maupun pengusaha swasta nasional, yang memiliki kemampuan untuk melakukan investasi, terutama dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata," ujar Kepala BKPM, Thomas Lembong, seperti dilansir dari akun twitter Kemenpar RI.

Setidaknya, enam dari 10 destinasi pariwisata prioritas pemerintah yang dipromosikan dalam RIF 2017, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur) serta 2 kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yakni Mandeh dan Gunung Padang akan menjadi fokus utama yang ditawarkan.

"Sektor pariwisata sangat strategis untuk membangun pemerataan pembangunan, sehingga investasi yang dilakukan juga menyebar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa," kata Thomas Lembong.

Dijelaskannya, hingga tahun 2019, pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 20 juta orang pertahun. Adapun target wisatawan nusantara (wisnus) berjumlah 275 juta orang.

"Dari sektor pariwisata ini, ditargetkan akan menghasilkan devisa hingga Rp 260 triliun. Pertumbuhan investasi di sektor pariwisata yang positif menunjukkan bahwa peluang investasi di sektor ini sangat prospektif," papar Thomas Lembong.

Data BKPM menunjukkan, selama periode 2012-2016, realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 17 persen per tahun. Merujuk pada data realisasi investasi pariwisata pada semester I 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 929,14 juta dollar AS atau Rp 12,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016.

“Top 3 PMA (Penanaman Modal Asing) yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata Indonesia pada semester I tahun 2017 adalah Singapura 43 persen, China 29 persen, dan Malaysia 5 persen,” tutur Thomas Lembong.

Thomas Lembong menambahkan, dalam proses persiapan ini pemerintah akan memfasilitasi konsultan internasional serta menjajaki beberapa investor yang menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modalnya di Sumatera Barat.

"Regional Investment Forum di Padang ini akan dimanfaatkan untuk memaparkan peluang investasi dari destinasi wisata, dari kampanye 10 Bali baru oleh pemerintah," ujarnya.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya nantinya juga menjadi salah satu narasumber bersama dengan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara serta Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

"Dengan makin banyaknya wisatawan yang akan berkunjung dan melakukan perjalanan di Indonesia, maka kita harus mempersiapkan Atraksi, Amenitas (sarana dan prasarana), dan Aksesibilitas (3A) untuk memenuhi kebutuhan wisatawan selama berwisata di Indonesia," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar mengatakan, investasi di sektor pariwisata di Indonesia pasti akan menghasilkan untung bagi investor. Cukup 7 dari 10 menit waktu yang disediakan bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, untuk meyakinkan para Investor dalam dan luar negeri serta Stakeholders bahwa Sektor Pariwisata adalah industri yang paling seksi dan tumbuh melesat saat ini.

"Hal ini juga didukung dengan keseriusan Presiden dalam menjadikan Sektor Pariwisata sebagai Sektor Unggulan, dan juga Indonesia Incorporated dari Lintas Kementerian/Lembaga seperti BKPM dalam mempromosikan dan mengembangan pariwisata," ungkap Menpar, Senin (16/10/2017).

Kepala BKPM, Thomas lembong mengatakan, “Now is the Lifestyle Era! Everyone takes holiday as a basic need". Dalam sambutannya, Lembong menekankan bahwa saat ini adalah eranya lifestyle, dan kebutuhan akan pariwisata menjadi hal yang sudah pasti.

Loading...


Penulis  :
Editor    :
Sumber : Kemenpar