• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Rosdi dan Encek Tertimbun Longsor Tanah Sedalam 6 Meter

Jumat, 06 Oktober 2017 | 10:09 WIB
Tim Tagana Belitung Timur saat melakukan evakuasi terhadap kedua korban laka tambang.(Foto : ist)
Loading...

Klikbabel.com,Manggar - Aktivitas penambangan kembali memakan korban. Kali ini korban yakni dua orang pekerja tambang, Rosdi (33) warga jalan Kerjan RT 003/001 Air Merbau Tanjung Pandan Belitung, dan Saefullah alias Encek (32) warga pendatang dari dusun Bubakan RT 002/007 Ngunut Bandar, Pacitan Surabaya yang tinggal di camp yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kematian keduanya disinyalir karena tertimbun tanah longsor yang mengakibatkan menjadi lobang dengan kedalaman 6 meter. Menurut informasi yang dihimpun klikbabel.com, Kamis (5/10/2017), kejadiaan naas itu terjadi pada pukul 14.00, di jalan Tinjau dusun Aik Muntik desa Mampayak, kecamatan Damar (5/10/2017).

Salah satu saksi, Mandra mengungkapkan kejadian berawal ketika korban Saefullah alias Encek sedang menjaga lobang kapu-kapu dan korban Rosdi sedang menyemprot tanah, namun pada saat Mandra sedang memasang kayu penahanan tanah tersebut, tiba-tiba tanah langsung longsor sehingga menimpa kedua korban, sedangkan untuk Mandra hanya tertimpa tanah setinggi pinggang sehingga masih dapat menyelamatkan diri.

Pemilik lokasi tambang Al Akli Amar Muata alias Ata sedang mengambil pelepah pohon sawit yang akan digunakan untuk menyangga tanah. Melihat kejadian tersebut teman korban Mandra langsung teriak minta tolong sehingga Ata langsung berlari menuju lobang tambang dan menolong kedua korban, namun karena banyaknya tanah yang menimpa keduanya mengakibatkan korban tidak dapat diselamatkan lagi. 

Evakuasi baru dapat dilakukan sekitar dua jam kemudian sekitar pukul 16.00 WIB dan mengangkat tubuh Encek. Eevakuasi dilanjutkan pukul 17.30 WIB dengan mengangkat Rosdi yang baru selesai sekitar pukul 17.45 WIB. Evakuasi sendiri dilakukan oleh Tagana kabupaten Beltim yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum untuk dilakukan visum.

Dari hasil otopsi RSUD Beltim, bahwa tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan atau murni kecelakaan, juga diterangkan bahwa  korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 2 sampai enam jam setelah kejadian. "Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, tidak melihat ada tanda-tanda kekerasan dan disimpulkan bahwa korban murni kecelakaan dan berdasarkan data yang kami terima, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua sampai enam jam setelah kejadian," ungkap dr. Reza.

Loading...


Penulis  : Suharli
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com