Klikbabel.com


Suku Bunga Acuan BI Menurun, Obligasi PT Timah 'Diburu' Pasar

Sabtu, 09 September 2017 | 12:10 WIB
Penandatanganan perjanjian dan dokumen untuk registrasi 3 OJK untuk obligasi PT Timah , Jumat(8/9). (Dok/Twitter @Official_Timah)

Klikbabel.com, Jakarta - Pasar merespon positif penawaran obligasi PT Timah (Persero) Tbk., (TINS) tahap pertama senilai Rp1,2 triliun. perusahaan sendiri menargetkan dana Obligasi berkelanjutan I sebesar Rp 2,1 triliun. 

Selain itu, TINS juga menawarkan Sukuk Ijarah berkelanjutan I dengan sisa imbalan ijarah yang dihimpun sebesar Rp700 miliar. Dimana, tahap pertama kali ini, diterbitkan dan ditaawarkan Sukuk Ijarah sebesar Rp300 miliar.

Dua seri obligasi yang dilepas ke pasar diantaranya seri A bertenor tiga tahun dan seri B bertenor lima tahun. Sementara, Sukuk Ijarah seri A dan B masing-masing bertenor 3 tahun dan 5 tahun. Dana hasil penawaran obligasi ini sendiri, akan dipakai untuk belanja modal 70 persen, 30 persen untuk rekondisi peralatan produksi, 40 persen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan 30 persen untuk melunasi sebagian utang.

PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas, lembaga penjamin emisi obligasi dan sukuk ijarah yang dipercaya oleh TINS. PT Bank Negara Indonesia Tbk., menjadi wali amanat.

Seperti dilansir Liputan6.com, Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra mengatakan, total obligasi yang terbentuk dalam masa penawaran awal sebesar Rp8,12 triliun dari rencana emisi Rp1,2 triliun. Sedangkan Sukuk total mencapai minat dari investor senilai Rp2,23 triliun dari rencana emisi Rp300 miliar.

"Perseroan tawarkan kupon bunga obligasi 8,5 persen-9 persen untuk tiga tahun dan 8,75 persen-9,25 persen untuk lima tahun menjadi sangat menarik. Ini faktor yang mendorong minat investor terhadap penawaran obligasi PT Timah Tbk. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia untuk deposito menyebabkan obligasi timah menawarkan kupon menarik," ujar Emil dilansir dari Liputan6.com, Jumat (8/9/2017).

Selain itu, ungkap emil, obligasi PT Timah Tbk sangat menarik dilihat dari rating dan kinerja keuangannya, "Rating idA+ yang didukung dengan tim manajemen yang kuat telah menyusun strategi perusahana yang fokus pada peningkatan kapabilitas dan produktivitas operasi dan produksi tambang telah menunjukkan kinerja kesehatan keuangan sangat baik," lanjutnya.

Menurut Emil, hal itu terlihat dari laba meningkat dari Rp 101 miliar pada 2015 menjadi Rp 252 miliar pada 2016. Semester I 2017, perseroan catatkan laba tahun berjalan Rp 152 miliar.



Penulis  :
Editor    :
Sumber : liputan6.com