• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Jadwal Penawaran Obligasi TINS

Sabtu, 09 September 2017 | 12:22 WIB
Perbandingan Kupon dengan Industri Sejenis, Tenor 5 Tahun. (bareksa.com)

Klikbabel.com, Jakarta - Penawaran obligasi PT Timah (Persero) Tbk., (TINS) dilakukan pada masa penawaran awal 24 Agustus-6 September 2017, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 September 2017, masa penawaran umum pada 20,22 dan 25 September. Kemudian masa penjatahan pada 26 September 2017, distribusi obligasi secara elektronik pada 29 September 2017, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Oktober 2017.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat (8/9/2017), Direktur Keuangan PT Timah (Persero) Tbk, Emil Ermindra mengungkapkan, bahwa sejak pergantian tim manajemen pada April 2016, telah mendorong meningkatnya kepercayaan publik terhadap perusahaan plat merah tersebut.

TINS sendiri dianggap mampu perbaiki kondisi keuangan pada 2016, padahal saat itu masalah tambang ilegal sedang marak dan sangat ganggu aktivitas operasional bisnis dan keuangan.

Obligasi PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp1,5 triliun di respon positif oleh para pelaku pasar. Dari hasil bookbuilding, nilai penawaran yang masuk mencapai Rp10,3 triliun, atau dengan kata lain kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 6,8 kali. Dilansir dari bareksa.com, obligasi konvensional TINS senilai target emisi Rp1,2 triliun, total pernyataan minat mencapai Rp 8,15 triliun. Sedangkan untuk sukuk dengan target Rp300 miliar, nilai permintaan yang masuk Rp2,23 triliun.

Tingginya permintaan membuat TINS berhasil menetapkan besaran kupon pada batas bawah dari rentang kupon yang sebelumnya ditawarkan. Obligasi konvensional TINS senilai Rp1,2 triliun terbagi menjadi dua seri, dimana Seri A memiliki jangka waktu tiga tahun dengan kupon 8,5 persen. Lalu seri B memiliki tenor lima tahun dengan kupon 8,75 persen.

Dari penerbitan obligasi itu, sebesar Rp1,05 triliun atau setara 70 persen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capex) TINS. Dana capex ini terbagi menjadi dua bagian, yakni untuk rekondisi peralatan produksi dan sisanya untuk peningkatan kapasitas produksi perusahaan. Sedangkan, Rp450 miliar atau setara 30 persen hasil dari surat utang TINS, akan digunakan untuk melunasi sebagian utang jangka pendek, yang berasal dari fasilitas kredit modal kerja rupiah.



Penulis  :
Editor    :
Sumber : Klikbabel.com