Klikbabel.com


Sembayang Rebut, Bentuk Penghormatan dan Meningkatkan Keimanan

Selasa, 05 September 2017 | 13:41 WIB
Bupati Bangka, Tarmizi Saat (Tengah) ketika menghadiri acara sembahyang rebut di dusun Pohin, kabupaten Bangka.(Foto : Rolamsyah/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Sungailiat - Etnis Tionghoa di Sungailiat, kabupaten Bangka menggelar sembahyang rebut atau dikenal dengan Chit Ngiat Pan di dusun Pohion desa Air Duren, kecamatan Pemali. Sembahyang rebut merupakan budaya Tionghoa yang dilaksanakan setiap bulan ke 7 tanggal 15 kalender China.

Sembahyang rebut disebut pula menjadi salah satu bentuk kepercayaan etnis Tionghoa untuk meningkatkan keimanan dengan memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan. Sembahyang rebut juga menurut orang Tionghoa pintu akhirat terbuka lebar dimana arwah-arwah yang berada di dalamnya keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut turun ke dunia, ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada pula yang turun dengan keadaan terlantar dan tidak terawat, sehingga manusia akan menyiapkan ritual khusus. 

Pada ritual sembahyang rebut ini, disediakan berbagai jamuan sesaji uang tersusun rapi. Jamuan tersebut biasanya diletakan di atas bangunan khusus yang terbuat dari kayu dan papan. Terdapat pula patung Dewa Akhirat Thai Se Ja uang dibuat ukuran besat serta beberapa patung kecil lainnya. Patung ini dipercaya bertugas untuk mencatat nama-nama arwah yang akan berangkat beserta barang bawaan atau sajian.

Menurut Bupati Bangka, Tarmizi Saat yang turut hadir pada acara yang berlangsung Senin (4/9/2017) malam, dan juga dihadiri Kepala Desa Air Duren Saiful Ahyar, tokoh masyarakat Tionghoa dusun Pohin dan lainnya, sembahyang rebut merupakan bentuk kerukunan beragama. "Momen ini bisa menjadi salah satu potret kerukunan umat beragama di Provinsi Bangka Belitung, terkhusus Kabupaten Bangka ini pada umumnya," ungkapnya.

Lanjutnya, rangkaian sembahyang rebut ini juga bisa dijadikan ritual untuk saling mendoakan dan menghormati para leluhur yang telah meninggal dunia. "Semoga hal ini semakin mempererat kita dalam saling menjaga, meningkatkan kebersamaan dan kerukunan dan bisa juga menjadi salah satu wisata religi di kabupaten Bangka, dan membangun kabupaten Bangka semakin maju dan saling menghormati sesama umat beragama," jelasnya. 



Penulis  : Rolamsyah
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com