• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Ketua MUI Belitung : Kemerdekaan Diperoleh dari Dua Kekuatan

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 09:37 WIB
Anwar DM, Ketua MUI Belitung. (Foto : Bambang S/Klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com,Tanjungpandan - Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 direfleksikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bangka, Anwar DM untuk mengamalkan ajaran Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dalam kehidupan sehari-hari sebagai buah hasil dari pejuang kemerdekaan.

"Kemerdekaan yang sekarang kita rasakan ini kita peroleh karena dua kekuatan, kekuatan pertama yaitu kekuatan nasional dan patriotisme, yang kedua karena pengaruh ajaran Islam dimana keduanya bergabung sehingga terwujudlah kemerdekaan kita," ujar Anwar ketika ditemui klikbabel.com, Jumat (11/8/2017).

Dilanjutkannya, Pancasila sendiri buah dari tangan para petinggi negara dimasanya untuk kesatuan negara yang digagas oleh Soekarno-Hatta dan para tokoh nasional serta tokoh agama saat itu. Sehingga, kata Anwar jika Pancasila dan UUD 1945 tidak diamalkan, menurutnya sama dengan pengkhianatan. 

"Kalau tidak dilaksanakan ini artinya kita mengkhianati republik ini, dan kita selama ini saya fikir karena memang karena kita sudah terlalu jauh dari pancasila hanya bisa mengucapkan saja tapi apa itu pancasila sendiri kita tidak tahu," ketusnya.

"Sekarang kelihatannya kita ini mengarah kepada liberal, kalau liberal itu sangat bertentangan dengan nasional dan agama. Kita demokrasinya sesuai dengan yang dicantum dalam Pancasila itu yang kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan serta permusyawaratan dan perwakilan," tambahnya.

Bagi MUI, kata Anwar Pancasila dan UUD 1945 sudah final, sehingga saat ini tinggal bagaimana cara masyarakat mengisi kemerdekaan itu dengan sebaik-baiknya. "Cuma celakanya kita sering membuat peraturan yang untuk dilanggar. Dan untuk generasi muda supaya banyak belajar dan mencintai negara," tutupnya.

Loading...


Penulis  : Bambang
Editor    : Rangga
Sumber : Kli