• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


PT Timah Garap Bisnis Properti di Jawa Barat

Rabu, 09 Agustus 2017 | 11:06 WIB
Salah satu kawasan perumahan yang sedang dibangun oleh PT Timah Karya Persada Properti. (dok./timahproperti.co.id)
Loading...

Klikbabel.com, Jakarta - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) melirik pengembangan usaha bisnis ke sektor properti. Ini dilakukan perusahaan, agar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perseroan yang selama ini mengandalkan produk dari sektor pertambangan timah.

Direktur Keuangan PT Timah, Emil Ermindra menjelaskan, properti yang akan dibangun perusahaan berada di lahan milik sendiri dengan luas 176 hektar, terletak di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Perusahaan sendiri, sudah membentuk anak perusahaan Timah Karya Properti Persada guna memuluskan rencana bisnis ini. Setidaknya, akan dibangun 3 kluster rumah tapak dengan total 670 unit di Zona Ayodya.

"Kita juga kembangkan properti. Jadi dengan perusahaan Timah Karya Properti Persada, ada 176 hektare. Yang kita akan lakukan pembangunan 15 hektare. Diharap mampu kontribusi untuk pendapatan PT Timah," ungkap Emil di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8/2017) seperti dilansir dari okezone.

Pengembangan usaha baru ini, pihak perusahaan memasang target pendapatan hingga Rp200 miliar sampai akhir tahun, dari penjualan 300 unit rumah, "Bisnis properti dari 176 hektare di Bekasi Timur, baru dikelola 15 hektare, kita berharap properti kontribusinya Rp200 miliar," sebutnya.

Sebelumnya, PT Timah sudah melakukan pengembangan kawasan terpadu bernama Familia Urban, dengan cakupan proyek seluas 176 hektare di Jalan Mandor Demong, MustikaJaya, Bekasi Timur, oleh anak perusahaan yang sama, PT Timah Karya Persada Properti.

Pada tahap pertama, perseroan membangun sebanyak 670 unit dalam tiga klaster yang dimulai pada Mei 2017 lalu. Selanjutnya, serah terima ditargetkan pada November-Desember 2017. Adapun tipe-tipe rumah yang dipasarkan adalah 36/72, 40/72, 45/90, 60/120, 60/90, dan 69/120, dengan kisaran harga mulai Rp380juta hingga Rp800 juta.

PT Timah sendiri, menargetkan pendapatan tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2016, yakni sebesar Rp6,97 triliun. 

Hingga kuartal I 2017, emiten perusahaan TINS membukukan pendapatan sebesar Rp2,05 triliun, naik 57,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan didorong naiknya harga rata-rata komoditas, yaitu dikisaran Rp19-21 ribu. Sementara laba yang diperoleh mencapai Rp65,86 miliar. 

Selain merambah lini bisnis baru, PT Timah juga berencana melakukan aksi korporasi berupa penerbitan obligasi. Surat utang itu ditargetkan terbit tertahap mulai tahun ini hingga 2019 dengan nilai Rp 1,5 miliar. 

Menurut Emil, seperti dikutip dari tempo.co, obligasi itu akan diluncurkan pada September 2017. Sebanyak lima underwriter, empat diantaranya berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sementara satu lainnya merupakan pihak asing. 

Dana dari obligasi sepenuhnya akan disalurkan untuk investasi demi meningkatkan kapasitas produksi perusahaan. Perusahaan telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp140 miliar untuk meningkatkan kinerja operasi.

Di kuartal I 2017, TINS memproduksi bijih sebanyak 7.675 ton. Angkanya meningkat 125,37 persen dibandingkan kuartal I 2016. Menurut Emil, kenaikan produksi dipicu rekondisi dan replacement serta pembesaran kapasitas fsn penguatan sarana pendukung produksi. TINS tercatat mengalami peningkatan penjualan logam timah sebesar 6.963 mton pada kuartal pertama tahun ini. 

Loading...


Penulis  :
Editor    :
Sumber : Okezone, Tempo