• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Beras Desa Rias Laris Manis Habiskan 1,5 Ton per Hari

Rabu, 09 Agustus 2017 | 15:43 WIB
Kabid Distribusi, Dinas Pangan Babel, Budi Setiawan menunjukkan beras lokal dari desa Rias, Bangka Selatan. (Foto : Ira/Klikbabel.com)

Klikbabel.com,Pangkalpinang - Beras lokal produksi petani desa Rias, kabupaten Bangka Selatan (Basel) banyak diminati oleh masyarakat Pangkalpinang. Kualitas yang tidak kalah dengan beras dari luar serta kemasan yang baik menjadi alasan beras lokal dari ujung selatan Pulau Bangka itu banyak diburu.

"Beras lokal banyak diminati oleh masyarakat Pangkalpinang karena nasinya lebih pulen dan enak serta bebas bahan kimia. Kabupaten Bangka Selatan merupakan daerah penghasil beras tertinggi di Provinsi Babel," ujar Kabid Distribusi, Dinas Pangan Babel, Budi Setiawan kepada klikbabel.com, Rabu (9/8/2017). 

Ia menyebutkan beras lokal selalu dicari konsumen terutama saat dijual di pasar murah. Bahkan beras tersebut bisa terjual sebanyak 1,5 ton perhari. "Beras lokal belum dipasarkan secara menyeluruh karena stoknya masih terbatas sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan pasar. Beras lokal hanya dijual pada saat pasar murah dan bisa habis terjual sebanyak 1,5 ton per hari," terangnya.

Ia mengatakan, beras lokal dikemas dalam kemasan 5 kilogram hingga 10 kilogram dan produk beras tersebut merupakan salah satu terobosan yang dilakukan Koperasi Besaoh Bersinar Desa Rias untuk memperkenalkan beras produksi Bangka Selatan. "Dinas Pangan berusaha membantu pemasaran produksi beras petani yang kewalahan saat musim panen. Alhamdulilah pesanan berdatangan terutama dari masyarakat Pangkalpinang. Jika dikemas dengan baik produk kita tidak kalah dengan produk sejenis dari luar daerah," jelasnya. 

Ia berharap petani kabupaten lainnya bisa meniru petani di Basel dengan memprioritaskan produksi pangan di Babel sehingga pemerintah tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar daerah. "Kalau petani fokus untuk mempertahankan ketahanan pangan beras dengan cara bersawah, maka Babel tidak lagi mendatangkan beras dari luar dan bahkan diharapkan Babel bisa menyuplai beras keluar daerah" tutupnya.



Penulis  : Ira
Editor    : Rangga
Sumber : klikbabel.com