• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Agustus, Sistem Resi Gudang Babel Diluncurkan

Jumat, 28 Juli 2017 | 18:58 WIB
Focus Group Discussion (FGD) oleh Pemerintah Provinsi Babel dan pihak terkait, di ruang rapat Tanjung Pesona Babel, membahas Sistem Resi Gudang. (Foto: Ruci Candra/ Klikbabel.com)
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) melakukan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Sistem Resi Gudang (SRG), di ruang rapat Tanjung Pesona kantor Gubernur Babel, Jumat (28/7/2027). 

Sudarman, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Babel mengatakan, hal ini sebagai upaya peningkatan harga produksi seperti Lada, Karet, mineral logam/harga bernilai tinggi dan bidang IT/industri.

"Dalam hal ini, dimana kami (Pemerintah) turut mengundang dan mencari masukan dari berbagai sumber, antara lain dari pihak Perbankan, Koperasi, pengusaha, serta Kamar Dagang Industri (Kadin), serta pihak-pihak yang sudah berhasil menerapkan SRG di Subang," jelas Sudarman.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan tindak lanjut pertama dari SRG ini, adalah akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, terutama di Kabupaten yang merupakan sentra produksi Lada, agar para petani paham tentang mekanisme dari program ini.

"Mungkin kita akan minta batuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), terutama sentra Lada ini yang berada di Bangka Selatan (Basel), Bangka Barat (Babar), Bangka Tengah (Bateng), Belitung dan Belitung Timur (Beltim). Yang pada intinya, daerah yang ada perkebunan yang akan kita minta bantuannya," ujarnya. 

Sudarman menambahkan, bahwa Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sudah mencanangkan agar Lada menjadi komunitas utama. Hal ini untuk mendongkrak Nilai Tukar Petani (NTP) di Babel.

"Jadi dari itu, apabila memang harga Lada mencapai harga tertinggi, triliunan sekalipun, maka Lada merupakan milik petani. Sehingga apabila harga Lada naik, tentunya uang yang ada di masyarakat menjadi kuat," tandasnya.

"Saat ini kita sudah mendapat sokongan dari Bhanda Ghara Reksa (BGR) yang siap untuk mensupport masalah Resi Gudang ini. Mereka sudah berpengalaman dalam pergudangan, sedangkan Pemerintah Pusat pun siap memback-up kita, terpenting kita menyiapkan administrasinya," tukas Sudarman. 

Selain itu, lanjutnya, tim-tim yang sudah ditunjuk, saat ini sudah siap untuk memulai program SGR ini, "Dalam waktu dekat sosialiasi akan dilakukan kepada para petani. Hanya saja Dinas Perindustrian Dagang sebagai leading sektornya harus berkoordinasi dengan Gubernur terlebih dahulu, karena launching ini (SRG) akan dilakukan pertengahan bulan Agustus mendatang.

Sekedar informasi, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) merupakan perusahaan pergudangan BUMN yang sudah berdiri sejak 11 April 1977. BGR mengemban misi menunjang kebijaksanaan pemerintah dan membantu pelaku bisnis dan industri, khususnya di bidang penyelenggara jasa penyewaan dan pengelolaan ruangan, serta proses pengiriman barang dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan usaha yang sehat dan undang-undang perseroan terbatas.

BGR saat ini sudah memiliki 24 cabang yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia termasuk Bangka Belitung, serta jaringan internasional di China, Hongkong, Malaysia dan Singapore.

Loading...


Penulis  : Ruci
Editor    :
Sumber : Klikbabel.com