• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Harga Lada Di Tingkat Petani Basel Terus Merosot

Senin, 29 Mei 2017 | 23:20 WIB
Foto lada milik Aswan yang yang terpaksa di jual dengan harga Rp.82.000/Kg.

Klikbabel.com, Toboali - Meskipun Kabupaten Bangka Selatan telah dijadikan pemerintah pusat sebagai lumbung lada nasional, namun kondisi harga lada ditingkat petani tidaklah sebanding dengan predikat yang ditetapkan oleh pemerintah pusat tersebut. Bagaimana tidak, harga lada ditingkat petani yang sempat menembus Rp.180.000/Kg kini hanya tinggal Rp. 82.000/Kg

Hal tersebut sontak membuat petani lada resah mengingat biaya perkebunan lada yang sudah tidak sebanding lagi dengan harga lada. Petani lada seakan terus dijajah oleh para cukong-cukong lada dengan terus menekan harga lada  tanpa mampu dibendung oleh pemerintah. Pemerintah baik eksekutif maupun legislatif seakan hanya bisa menonton dan diam seribu bahasa tanpa bisa berbuat banyak ketika ekonomi rakyatnya terus dijajah. Padahal kualitas lada Basel khususnya dan lada Babel umumnya memiliki kualitas terbaik di dunia dan juga telah memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah.

Aswan (46)  petani lada desa Jeriji berharap pemerintah segera mengambil tindakan atas merosotnya harga lada ditingkat petani yang diduga terus dipermainkan oleh para cukong-cukong lada agar petani lada tetap semangat.

" Pemerintah jangan cuma nonton dong, cari solusi agar harga lada tidak terus turun seperti ini, biaya berkebun lada cukup mahal, masak ekonomi rakyatnya di jajah pemerintah diam saja. Harus segera ada tindakan ril lah dari pemerintah agar kondisi harga lada tidak semakin parah," Ungkapnya kepada Klikbabel.com pada Senin (29/05/17).

Hal senada juga diungkapkan oleh Rido (32) Warga Bencah, menurutnya pemerintah semestinya menghargai semangat petani lada yang dulunya sempat beralih ke pertambangan yang terus mengancam lingkungan Basel, namun setelah masyarakat memiliki semangat untuk beralih menjadi petani lada kembali, pemerintah seolah-olah tak punya solusi untuk menstabilkan harga lada.

 

loading...
loading...


Penulis  : Wiwin
Editor    : Angga S
Sumber : klikbabel.com