• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Korban Penganiayaan Lapor Ke KPAD

Kamis, 25 Mei 2017 | 14:27 WIB
Foto Luka Bacok Yang Di Sebabkan Oleh ES Terhadap VJ pada 31 Maret 2017 lalu.

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Guna mendapat perlindungan hukum, VJ (14) warga desa rambat Kabupaten Bangka Barat didampingi orang tuanya bersama Advokat Ahda Irayadi dan Rekan datangi kantor Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung, Rabu (24/05/17).

Ketua KPAD Babel Sapta Qodria Muafi dan Komisioner menyambut baik kedatangan para warga Babar yang meminta perlindungan atas korban VJ yang menjadi korban penganiayaan pada 31 Maret 2017 lalu.  

Menurut Sapta, Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di pantai Remes Desa Rambat Kabupaten Bangka, dimana korban yang lagi kumpul di pinggir pantai tiba-tiba didatangi seorang laki-laki berinisial ES (19) dan langsung marah-marah melihat pacar teman korban lagi ikut kumpul bersama korban.

ES yang naik pitam secara membabi buta menyerang korban menggunakan sebilah parang yang sebelumnya sudah dipersiapkan dan sengaja di bawa langsung dari rumah pelaku.

“Sambil mengatakan Mati kau VJ, dengan berteriak keras, dan korbanpun berlari keliling minta tolong namun tidak ada satupun temannya yang mau menolong, setelah pelaku ES pergi barulah teman-teman yang ada di TKP menolong korban, kondisi korban bersimbah darah dengan luka yang cukup serius pada saat itu", Jelas Sapta saat menceritakan kronologi kejadian yang didapat dari pihak korban.

Akibat perbuatan ES, korban mengalami luka bacok di kaki dan dijahit 3 Kali, luka bagian pinggang, lengan dan siku.

"Info yang kami terima dari pihak keluarga, pelaku sudah sering kali melakukan penganiayaan sebelumnya, tetapi selalu berakhir dengan damai,” Ujar Sapta

KPAD Babel berharap dan meminta kejadian ini dapat menjadi pelajaran untuk semua masyarakat, dan pihak kepolisian dapat memperoses kejadian ini sesuai hukum yang berlaku sehingga meminimalisir kejadian yang serupa dikalangan masyarakat.

"Pengakuan dari korban sebagai bukti dan ini masuk penganiayaan berat terhadap anak karena pelaku sudah dewasa yang seharus membimbing atau mengajaran hal yg baik terhadap adik-adiknya, dimana pemicu permasalahan pelaku dengan teman korban bukan dengan korban," Terang Sapta.



Penulis  : Sumarwan
Editor    : Angga S
Sumber : Klikbabel.com