Klikbabel.com


Pilkada dan Komitmen Perubahan

Jumat, 12 Mei 2017 | 22:53 WIB
Anugra Bangsawan, Pengamat Politik pada Lintas Studi Demokrasi Lokal (LIDAL). (Foto: dokumen pribadi)

Masyarakat berharap sekaligus tuntutan terhadap janji janji politik yang dikemas melalui program visi misi selama masa kampanye pilkada waktu lalu.

 

Pilkada dan Komitmen Perubahan

 

PASCA pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung terpilih 2017-2012  oleh Presiden RI Jokowi di Jakarta, mendapat respon dan harapan yang beragam dari masyarakat. 

Tentu harapan utama masyarakat terhadap pemimpin baru mereka adalah perubahan ekonomi, sosial dan tata pemerintahan yang lebih baik dari periode sebelumnya. Pertanyaannya adalah mengapa masyarakat mengharapkan perubahan di segala bidang? Mengapa masyarakat begitu berharap terhadap pemimpin baru mereka?. 

Ekspetasi politik masyarakat tersebut bukan saja terkait dengan jargon "Babel Baru" dan isu "Perubahan", sebagai salah satu magnet preferensi politik masyarakat sewaktu masa pemilihan yang baru lalu. 

Lebih dari itu, ada pesan yang ingin disampaikan masyarakat, berupa figur atau tokoh yang mereka pilih memiliki kemampuan dibandingkan kontestan lainnya dalam mengalami krisis multi-dimensi di daerah kita saat ini. Secara spesifik, masyarakat berharap sekaligus tuntutan terhadap janji janji politik yang dikemas melalui program visi misi selama masa kampanye pilkada waktu lalu.

Belajar dari pengalaman pasca pilkada sebelumnya, publik mencoba menelaah dan membandingkan janji-janji politik setiap kandidat disaat melakukan proses kampanye, dan pada waktu terpilih, seringkali tidak berbanding lurus dengan yang diharapkan masyarakat selama ini. 

Potret buram pasca pilkada selama ini kerap kali dihiasi janji politik dan manis dibibir (lips service), atau draft yang sifatnya normatif yang terkesan membohongi publik. Kenyataan tersebut merupakan pelajaran politik masyarakat. Maka wajar ketika munculnya kritik dan sifat apriori terhadap pemimpin daerah akibat dari hadirnya kenyataan tersebut.

Bagaimana dengan kepemimpinan pasangan Erzaldi Roesman Djohan dan Abdul Fatah kedepan? Seiring waktu pemimpin baru kita akan berusaha membuktikan dengan ide dan program briliant mereka bagi kesejahteraan masyarakat luas. Mari kita dukung dan memberi kesempatan waktu, untuk mematahkan pandangan buruk tentang pilkada selama ini. (*)

Anugra Bangsawan 
Pengamat Politik pada Lintas Studi Demokrasi Lokal (LIDAL)



Penulis  :
Editor    :
Sumber : Klik Babel