• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Petani Lada Dibasel Mulai Resah

Foto lada Iriwadi yang batal dijual (Wiwin/Klikbabel)
Loading...

Klikbabel.com, Toboali - Petani lada mulai diresahkan dengan terus melemahnya harga lada di tingkat petani. Beberapa minggu terakhir, setidaknya telah terjadi empat kali penurunan harga yakni mulai dari Rp. 120.000 kemudian turun menjadi Rp.108.000, turun lagi menjadi Rp. 100.000 dan terakhir harga lada ditingkat petani sudah turun dibawah Rp. 100.000 yakni Rp. 90.000.

Iriwadi (40) warga Desa Jeriji, Kec. Toboali, terpaksa membawa pulang kembali ladanya yang hendak dijual ke seorang pengepul lada di Desa Jeriji lantaran harganya masih di beli dengan harga Rp. 90.000. Dirinya sangat kecewa dengan kondisi tersebut apalagi setelah harga karet terjun bebas, lada simpanannya sedikit demi sedikit terus dijual untuk biaya hidup sehari-hari.

" Kayaknya kami rakyat kecil ini mau dibunuh pak, setelah sumber penghasilan rutin kami yakni karet harganya terus turun, kini sumber penghasilan kami yang lainnya yakni lada, harganya juga terus turun. Yang anehnya lagi penurunannya sampai empat kali dalam minggu ini," Ungkapnya kepada Klikbabel.com, Minggu (30/04/17).

Hal serupa juga dialami oleh Mustar (46) warga tepus yang merasa kaget saat menjual lada simpanannya disebuah toko dan dibeli dengan harga Rp. 90.000 padahal beberapa hari yang lalu saat dirinya menanyakan harga lada di toko tersebut harga lada masih Rp. 108.000.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat memberikan jalan terkait terus melemahnya harga lada ditingkat petani agar harga lada tidak terus melemah mengingat biaya yang dikeluarkan untuk berkebun lada masih tinggi.

Loading...


Penulis  : Wiwin
Editor    : Angga S
Sumber : Klikbabel.com