Klikbabel.com


Gubernur: Anggaran OPD Harus Mengedepankan Prioritas

Rabu, 26 April 2017 | 20:14 WIB
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi, SE

Klikbabel.com, Jakarta – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi, menyampaikan harapannya dalam pelaksanaan anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel harus mengedepankan manfaatnya kepada masyarakat.

"Harus ada sinkronisasi anggaran masing- masing OPD, serta mengedepankan prioritas utama dalam membangun masyarakat dan pembangunan di Babel," ungkap Gubernur Rustam Effendi kepada Humasprov Babel, di sela-sela menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2017 di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Gubernur dalam kesempatan itu mengakui adanya kendala yang dihadapi saat ini, tentang program dan rencana  masing- masing OPD, sehingga perlunya pengawasan dan evaluasi atas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  yang lalu.

"Masing - masing OPD membuat rencana anggarannya terkadang ada yang tumpang tindih,  sehinggga pelaksanaannya terbentur dengan program  masing-masing OPD," terang Rutam Effendi.

Maka dari itu, ditambahkannya, untuk pembahasan dan penajaman, terutama berkenaan dengan pembangunan  pariwisata, kelautan dan perikanan, perindustrian dan perdagangan, serta perternakan dan perkebunanan akan dilaksanakan kembali pertemuan lanjutan yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-7 Mei 2017 di Papua.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada jajarannya untuk pandai menentukan fokus dalam bekerja. Kebiasaan dan rutinitas yang selama ini terjadi, hendaknya diubah dan ditentukan prioritas yang jelas. Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2017.

"Saya ingin ingatkan bahwa kita ini sudah bertahun-tahun anggaran kita tidak pernah fokus. Perencanaan kita tidak pernah fokus dan tidak memiliki prioritas yang jelas," ujar Presiden mengawali sambutannya di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

Kebiasaan yang selama ini menjadi masalah di lapangan, menurut Presiden, ialah tidak adanya prioritas program yang ditetapkan. Pemerintahan pusat hingga ke daerah cenderung berlomba-lomba untuk memperbanyak program yang pada akhirnya akan mempersulit diri sendiri dan sering kali menjadi terbengkalai.

"Berilah prioritas apa yang ingin dikerjakan dan jangan banyak-banyak. Jangan semuanya menjadi prioritas. Ini kebiasaan kita, ini rutinitas dan mengulang-ulang," tandasnya.

Persoalan berikutnya yang sering disaksikan sendiri oleh Presiden saat turun langsung ke lapangan ialah kurangnya konsolidasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya, banyak proyek pembangunan yang pemanfaatannya kurang dapat dirasakan.

"Ada waduk, tapi tidak ada irigasinya bertahun-tahun. Ada pelabuhan, tapi tidak ada jalan. Tidak hanya satu-dua. Artinya, tidak terkonsolidasikan dengan baik. Tidak terintegrasi antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. Berarti orientasinya hanya proyek. Saat ini, membangun infrastruktur secara merata, agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing. Prioritas tersebut tentunya membutuhkan dana yang sangat besar,” kata Presiden.

Oleh karenanya, Presiden kembali menginstruksikan jajarannya agar mengupayakan perizinan dan kemudahan berusaha di masing-masing daerahnya. Sebab, kebiasaan yang selama ini terjadi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota misalnya memiliki aturan-aturan dan standar sendiri hingga pada akhirnya menyulitkan masuknya investasi. Diperlukan adanya keselarasan peraturan dari pemerintah pusat hingga ke daerah.

"Kita harus sadar bahwa kita adalah negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, jangan kita terpecah oleh aturan-aturan yang membuat standar-standar sendiri," tegas Presiden.

Turut hadir dalam acara ini, para pimpinan lembaga negara, Menteri-menteri Kabinet Kerja, para Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia dan unsur terkait lainnya. (Sentosa).



Penulis  : Angga
Editor    : Angga S
Sumber : humas.babelprov.go.id