• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Sejarah 'Maen Setal'

Senin, 24 April 2017 | 09:29 WIB
Foto galerianusa.blogspot.co.id

Klikbabel.com - Sebuah permainan dengan benda bulat kecil dari kaca atau marmer yang biasa Anda “sentil-sentil” untuk diarahkan ke benda yang sama milik lawan, apa biasa kalian menamainya? Gundu? Kelereng? Setal? Atau nekeran?

Anda tak salah kalau hanya menjawab satu dari beberapa opsi itu. Ya, permainan tradisional lainnya selain congklak atau gasing yang juga sudah mulai ditinggalkan anak-anak kekinian.

Buat beberapa daerah tentu permainan ini memiliki nama-nama yang berbeda, seperti di Betawi permainan ini dikenal dengan nama gundu, buat anak-anak Sunda namanya kaleci, Orang Jawa nyebutnya neker, di Palembang disebutnya ekar, di Banjar Kleker dan kalau buat orang Belanda namanya knikker, sedangkan untuk dipangkalpinang, Bangka belitung permainan ini lebih dikenal dengan sebutan setal.

Permainan ini mulai populer di Eropa, Amerika dan tentunya Asia di abad ke-16 sampai 19. Tapi tahukah Anda dari mana permainan ini awalnya berasal?

Ternyata dari berbagai penelusuran sejarah, permainan ini awalnya berasal dari peradaban Mesir Kuno sejak tahun 3000 Sebelum Masehi (SM). Di Mesir, kelereng terbuat dari tanah liat atau batu.

Sementara kelereng tertua dunia yang saat ini masih eksis, berasal dari Pulau Kreta dari tahun 2000-1700 SM dan kini dikoleksi The British Museum di London, Inggris.

Kalau kelereng yang biasa kita mainkan sekarang dan terbuat dari kaca, baru dikembangkan di pertengahan abad ke-19. Tepatnya di tahun 1864 dan dibuatnya di Jerman dengan beragam warna mirip permen.

Tidak sedikit nilai-nilai yang bisa kita dapatkan dari permainan ini. Sebut saja relaksasi atau mengatur emosi, mengasah otak, melatih motorik, kesabaran, kecermatan, melatih karakter kompetitif, melatih kejujuran, hingga mengembangkan kemampuan sosial.

loading...
loading...


Penulis  : Angga
Editor    : Angga S
Sumber : okezone.com