• EnglishFrenchGermanIndonesianItalianPortugueseRussianSpanish

Klikbabel.com


Museum Timah dan Kesepakatan Bangka

Kamis, 20 April 2017 | 13:39 WIB
Museum Timah Pangkalpinang. (foto:arie/klikbabel)
Loading...

Klikbabel.com, Pangkalpinang - Museum Timah Indonesia kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung,berdiri pada 2 Agustus 1997 yang berada dijalan Ahmad Yani no 179. Museum ini merupakan bangunan peninggalan Belanda. Tahun 1819 waktu Belanda datang dan mendirikan perusahaan tambang.

Sebelum dijadikan Museum Timah, bangunan ini awalnya terdiri dari 5 kamar. Dimana 4 kamar yang kecil ruang kamar tidur dan 1 kamar besar tempat perundingan.

Presiden RI Ir. Soekarno dan Wakilnya M. Hatta diasingkan ke Pulau Bangka tahun 1949. Museum ini menjadi cikal bakal lahirnya perundingan Roem Royen pada tahun 1949. Tahun 1959 bangunan ini dijadikan pemerintah sebagai Museum Budaya.

Kepala Museum Timah Indonesia kota Pangkalpinang Muhammad Toufi menuturkan, sejak tahun 2015 jumlah pengunjung selalu mengalami peningkatan, "Bagi setiap wisatawan diwajibkan tidak membawa makanan dan minuman saat berada di dalam museum," tegasnya.

Kesepakatan Bangka

Sebagai tindak lanjut dari persetujuan Roem Royen, pada tanggal 22 Juni 1949 diadakan perundingan konsultasi antara RI, BFO (Bijeenkomse voor Federal Overleg/ Badan Permusyawaratan Federal), dan Belanda di Bangka. Perundingan ini ada di bawah komisi PBB yang dipimpin oleh Critchley dari Australia.

Perundingan ini dikenal dengan nama Kesepaktan Bangka, yang hasilnya:

- Tanggal 24 Juni 1949, Yogyakarta dikosongkan oleh tentara Belanda dan pada 1 Juli 1949, Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta setelah pasukan TNI menguasai keadaan.

- Mengenai penghentian permusuhan akan dibahas setelah Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta.

- Konferensi Meja Bundar diusulkan akan diadakan secepatnya di Den Haag.

 

Loading...


Penulis  : Arie
Editor    :
Sumber : Klik Babel